Ketua sekaligus Pendiri Perkumpulan Brayat Ageng Jogjakarta Riau, Mulyono Widiarta, S.T., menegaskan bahwa keberadaan organisasi tidak hanya bertujuan mempererat hubungan kekeluargaan antarsesama perantau, tetapi juga menjadi ruang produktif yang mampu menjaga identitas budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

PEKANBARU, MEDIA CENTER PRAJA RIAU – Memasuki fase pengembangan organisasi yang lebih strategis, Perkumpulan Brayat Ageng Jogjakarta Riau resmi meluncurkan Program Jangka Menengah sebagai kelanjutan dari keberhasilan program penguatan fondasi organisasi yang telah dijalankan sebelumnya. Setelah membangun tata kelola organisasi yang solid serta mempererat persaudaraan melalui semangat guyub rukun, organisasi kini mengarahkan fokus pada pelestarian seni budaya, pemberdayaan ekonomi anggota, dan penguatan kolaborasi lintas sektor.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk menjadi wadah pemersatu masyarakat Yogyakarta di Provinsi Riau sekaligus berkontribusi nyata dalam pembangunan sosial, pelestarian budaya Nusantara, dan peningkatan kesejahteraan anggotanya.

Ketua sekaligus Pendiri Perkumpulan Brayat Ageng Jogjakarta Riau, Mulyono Widiarta, S.T., menegaskan bahwa keberadaan organisasi tidak hanya bertujuan mempererat hubungan kekeluargaan antarsesama perantau, tetapi juga menjadi ruang produktif yang mampu menjaga identitas budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Guyub rukun adalah akar yang menguatkan kita, namun aksi nyata dalam bidang kebudayaan dan ekonomi adalah buah yang harus dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa nilai-nilai luhur budaya Yogyakarta tidak hanya tetap hidup di tanah perantauan, tetapi juga tumbuh berdampingan secara harmonis dengan budaya Melayu Riau. Pada saat yang sama, organisasi ini harus mampu menjadi motor penggerak lahirnya kemandirian ekonomi bagi seluruh anggota.”

— Mulyono Widiarta, S.T.
Ketua dan Pendiri Perkumpulan Brayat Ageng Jogjakarta Riau

Membangun Organisasi yang Berdaya dan Berkelanjutan

Program Jangka Menengah dirancang sebagai tahapan penting dalam perjalanan organisasi menuju lembaga sosial-budaya yang profesional, mandiri, dan berkelanjutan. Melalui program ini, Perkumpulan Brayat Ageng Jogjakarta Riau berupaya mengoptimalkan potensi sumber daya manusia yang dimiliki, sekaligus memperkuat kontribusi organisasi dalam bidang kebudayaan, ekonomi kreatif, dan pembangunan masyarakat.

Terdapat tiga pilar utama yang menjadi landasan pelaksanaan Program Jangka Menengah.

1. Pelestarian Seni dan Budaya Tradisional

Sebagai organisasi yang berakar pada nilai-nilai budaya Yogyakarta dan Jawa, pelestarian seni tradisi menjadi prioritas utama. Perkumpulan berkomitmen menjaga keberlangsungan warisan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa sekaligus sarana pendidikan karakter bagi generasi muda.

Berbagai kegiatan yang akan dikembangkan meliputi pembentukan sanggar seni, pelatihan rutin, pementasan budaya, hingga partisipasi dalam festival budaya tingkat daerah maupun nasional.

Beberapa kesenian yang menjadi fokus pelestarian antara lain:

  • Jathilan (Kuda Lumping) dan Ebeg Banyumasan, sebagai seni tari rakyat yang mencerminkan semangat keberanian, gotong royong, dan dinamika kehidupan masyarakat Jawa.
  • Karawitan, sebagai warisan musik tradisional gamelan yang mengandung nilai harmoni, ketekunan, dan filosofi kehidupan.
  • Wayang Kulit, yang diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia, sebagai media pendidikan moral, kepemimpinan, dan kearifan lokal.
  • Kethoprak, sebagai seni pertunjukan tradisional yang memadukan drama, sastra, dan nilai-nilai budaya Jawa.
  • Campursari, sebagai bentuk inovasi musik tradisional yang mampu menjembatani generasi muda dengan akar budayanya.
  • Reog Ponorogo, sebagai salah satu ikon seni pertunjukan Nusantara yang memperkaya khazanah budaya di Provinsi Riau.

Melalui kegiatan tersebut, organisasi berharap budaya Jawa tetap lestari sekaligus menjadi jembatan persaudaraan antarbudaya di tengah masyarakat multikultural Provinsi Riau.

2. Pemberdayaan Ekonomi Anggota Berbasis UMKM Digital

Selain pelestarian budaya, Perkumpulan Brayat Ageng Jogjakarta Riau juga menempatkan penguatan ekonomi anggota sebagai salah satu prioritas strategis.

Perkembangan teknologi digital telah membuka peluang baru bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Oleh karena itu, organisasi akan memfasilitasi berbagai program peningkatan kapasitas agar anggota mampu bersaing dalam ekosistem ekonomi digital.

Program pemberdayaan ekonomi meliputi:

  • pendampingan pengembangan UMKM berbasis digital;
  • pelatihan pemasaran melalui marketplace dan media sosial;
  • edukasi strategi digital marketing dan penguatan merek (branding);
  • pelatihan pembuatan konten promosi, fotografi produk, serta teknik copywriting untuk meningkatkan daya saing usaha;
  • penguatan jejaring pemasaran dan kolaborasi antarpelaku usaha anggota.

Melalui program ini diharapkan tercipta ekosistem ekonomi yang saling mendukung, sehingga UMKM anggota mampu berkembang secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga.

3. Memperkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Perkumpulan Brayat Ageng Jogjakarta Riau menyadari bahwa keberhasilan organisasi tidak dapat dicapai secara sendiri. Oleh sebab itu, sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam Program Jangka Menengah.

Kolaborasi akan dibangun bersama pemerintah daerah, lembaga adat, institusi pendidikan, komunitas budaya, organisasi kemasyarakatan, pelaku industri kreatif, dunia usaha, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Melalui kerja sama tersebut diharapkan lahir berbagai program inovatif di bidang kebudayaan, pendidikan, ekonomi kreatif, sosial kemasyarakatan, dan pemberdayaan generasi muda yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Budaya sebagai Identitas, Ekonomi sebagai Kemandirian

Menurut Mulyono Widiarta, pengembangan organisasi menuju bidang kebudayaan dan ekonomi merupakan proses yang alamiah dalam perjalanan sebuah organisasi yang sehat.

Setelah memiliki fondasi kelembagaan yang kuat, langkah berikutnya adalah menghadirkan manfaat yang lebih luas melalui pelestarian budaya dan peningkatan kesejahteraan anggota.

“Kami tidak ingin seni tradisi hanya menjadi kenangan masa lalu. Sebaliknya, seni budaya harus terus hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Demikian pula dengan UMKM anggota, kami ingin mereka mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui digitalisasi perdagangan sehingga memiliki daya saing yang lebih kuat. Budaya dan ekonomi harus berjalan beriringan sebagai kekuatan organisasi.”

Bersama Membangun Masa Depan yang Berbudaya dan Sejahtera

Program Jangka Menengah Perkumpulan Brayat Ageng Jogjakarta Riau merupakan wujud nyata komitmen organisasi dalam membangun masyarakat yang berbudaya, mandiri, dan berdaya saing. Berlandaskan nilai-nilai guyub rukun, gotong royong, serta semangat hamemayu hayuning bawana—memelihara dan memperindah kehidupan demi kemaslahatan bersama—organisasi optimistis dapat menjadi pusat pelestarian budaya Jawa di Provinsi Riau sekaligus motor penggerak pemberdayaan ekonomi anggotanya.

Masyarakat dapat mengikuti berbagai informasi mengenai kegiatan organisasi, pelatihan UMKM digital, agenda kebudayaan, pembentukan sanggar seni, serta program sosial lainnya melalui Media Center Perkumpulan Brayat Ageng Jogjakarta Riau di:

Kontak Media:

Media Center Perkumpulan Brayat Ageng Jogjakarta Riau

www.prajariau.org
www.prajariau.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *